Pemodelan Indeks Infiltrasi Pada Lahan Permukiman Perkotaan Sebagai Dasar Pengendalian Genangan
Keywords:
indeks infiltrasi, model Horton, limpasan permukaan, genangan,, permukiman perkotaanAbstract
Perubahan penggunaan lahan di kawasan perkotaan menyebabkan berkurangnya kemampuan infiltrasi tanah sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan potensi terjadinya genangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sistem drainase perkotaan, khususnya pada kawasan yang mengalami perkembangan infrastruktur secara pesat. Penelitian ini bertujuan memodelkan indeks infiltrasi sebagai dasar pengendalian genangan di kawasan Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa pengukuran infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer dan data sekunder berupa data curah hujan wilayah Air Tawar Barat. Laju infiltrasi dianalisis menggunakan model Horton untuk memperoleh parameter infiltrasi dan menghitung indeks infiltrasi, kemudian dibandingkan dengan intensitas hujan untuk mengevaluasi potensi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks infiltrasi pada durasi 1 jam berkisar antara 127–1.442 mm/jam. Seluruh titik pengamatan memenuhi kondisi terhadap intensitas hujan maksimum metode Mononobe sebesar 7,23 mm/jam, yang menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi tanah masih mampu meresapkan air hujan sehingga potensi limpasan permukaan akibat keterbatasan infiltrasi relatif rendah. Meskipun demikian, lokasi dengan nilai indeks infiltrasi yang lebih rendah memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi apabila terjadi peningkatan intensitas hujan atau perubahan penggunaan lahan. Model indeks infiltrasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam mengidentifikasi tingkat kerentanan genangan serta menjadi informasi pendukung dalam perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan yang berkelanjutan pada kawasan perkotaan.





