Analisis Penerapan LID Control pada Sistem Drainase Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi dengan Pendekatan SWMM
Keywords:
Drainase, Genangan, Low Impact DevelopmentAbstract
Perumahan Griya Bintara, Kota Bekasi merupakan kawasan permukiman yang sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Keterbatasan lahan di kawasan perumahan ini menjadikan konsep Low Impact Development (LID) sebagai salah satu alternatif pendekatan pengelolaan limpasan air hujan. LID berfokus pada pengendalian limpasan air hujan melalui upaya memperlambat aliran, menyimpan, serta meningkatkan penyerapan air hujan sebelum mencapai saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan LID terhadap perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan kejadian genangan pada sistem drainase kawasan penelitian. Kawasan perumahan dibagi menjadi lima subcatchment berdasarkan kondisi topografi, arah aliran permukaan, dan jaringan drainase eksisting. Analisis dilakukan terhadap empat skenario sistem drainase, yaitu: skenario 0 tanpa penerapan LID, skenario 1 dengan penerapan LID sumur resapan, skenario 2 dengan penerapan LID saluran resapan (infiltration trench), serta skenario 3 dengan kombinasi kedua jenis LID tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan analisis berbasis perangkat lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.2 sebagai alat bantu untuk menilai kecenderungan perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan genangan yang digambarkan oleh jumlah saluran yang mengalami luapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh skenario penerapan LID menghasilkan kinerja sistem drainase yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting tanpa LID. Pada skenario tanpa LID, debit puncak limpasan berada pada kisaran 0,49 - 1,52 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,928 – 0,967 serta genangan akibat luapan pada 21 saluran drainase di lima subcatchment. Sementara itu, pada skenario kombinasi dua LID debit puncak limpasan menurun menjadi 0,08 - 0,32 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,273 – 0,452 serta genangan akibat luapan pada tiga saluran drainase di Subcatchment 5. Perbedaan kinerja antara skenario saluran resapan dan skenario kombinasi dua LID relatif tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa pada karakteristik kawasan dengan lahan terbatas dan tanah lempung dengan permeabilitas rendah, penerapan saluran resapan telah memberikan kontribusi dominan terhadap pengurangan limpasan. Ruas saluran pada Subcatchment 5 memerlukan penyesuaian atau pembesaran dimensi untuk menghilangkan genangan secara menyeluruh.





