Studi Komparatif Agregat Halus Pasirmalati dan Cimalaka pada Beton Normal Berdasarkan Karakteristik Material dan Kuat Tekan
Keywords:
Agregat Halus, Pasir Malati, Pasir Cimalaka, Perbandingan Kuat Tekan BetonAbstract
Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi serta mudah diaplikasikan dalam berbagai pekerjaan. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah karakteristik agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisik pasir Pasirmalati dan pasir Cimalaka, menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai agregat halus pada beton struktural. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium melalui pengujian sifat material yang meliputi kadar lumpur, kandungan zat organik, dan berat jenis agregat, serta pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Malati memiliki kadar lumpur sebesar 8,70%, kandungan zat organik 0–10%, dan berat jenis 2,18. Sementara itu, pasir Cimalaka memiliki kadar lumpur 4%, kandungan zat organik 10–20%, dan berat jenis 2,51. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan pasir Malati menghasilkan kuat tekan rata-rata 21,986 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,289 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasir Cimalaka memenuhi mutu rencana sehingga layak digunakan sebagai agregat halus pada beton struktural. Sebaliknya, pasir Malati belum mencapai mutu yang ditetapkan sehingga belum dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengganti agregat halus.





