Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Agregat Halus Cipancur (Kuningan) dan Cimalaka (Sumedang)

https://doi.org/10.35583/jice.v6i2.177

Authors

  • Randy Umam Rahmawan Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Tira Roesdiana Universitas Swadaya Gunung Jati

Keywords:

Kuat tekan beton, Agregat Halus, Pasir Cipancur, Pasir Cimalaka, Analisis Perbandingan

Abstract

Sebagai salah satu penyusun utama beton, agregat halus berkontribusi penting terhadap kualitas dan kekuatan tekan beton. Perbedaan karakteristik agregat halus dari berbagai sumber dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja beton yang dihasilkan. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis perbandingan karakteristik agregat halus pasir Cipancur dan pasir Cimalaka serta pengaruhnya terhadap kekuatan tekan beton pada mutu rencana 25 MPa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen laboratorium melalui pengujian material yang meliputi gradasi, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan air, dan kandungan zat organik, serta pengujian kekuatan tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pasir memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI sebagai bahan penyusun beton. Distribusi gradasi yang lebih baik serta tingkat kebersihan material yang tinggi pada pasir Cipancur, dengan kadar lumpur 3,77% dan tanpa kandungan zat organik, berkontribusi terhadap pencapaian kekuatan tekan tertinggi sebesar 25,855 MPa. Sebaliknya, pasir Cimalaka menghasilkan kekuatan tekan sebesar 25,289 MPa dan masih memenuhi mutu rencana, meskipun memiliki kandungan lumpur dan zat organik yang lebih tinggi, yang dikompensasi oleh berat jenis sebesar 2,51. Pasir Cipancur dan pasir Cimalaka sama-sama mampu menghasilkan kuat tekan beton yang memenuhi mutu rencana 25 Mpa, dengan selisish kuat tekan yang relatif kecil berdasarkan temuan penelitian.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-07-28

Issue

Section

Articles