Pengaruh Safety Talk terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Proyek Pengembangan Rumah Sakit X di Pekanbaru

https://doi.org/10.35583/jice.v6i2.204

Authors

Keywords:

safety talk, alat pelindung diri, kepatuhan pekerja, K3 konstruksi, Wilcoxon Signed Rank Test

Abstract

Kegiatan konstruksi mengandung beragam sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD), menjadi kebutuhan utama di area proyek. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat perilaku aman pekerja adalah safety talk yang diberikan sebelum aktivitas pekerjaan dimulai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pelaksanaan safety talk terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek Pengembangan Rumah Sakit X Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Sebanyak 30 pekerja dilibatkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi kepatuhan APD sebelum dan setelah safety talk, dengan komponen penilaian meliputi helm keselamatan, kacamata pelindung, pelindung telinga, masker, sarung tangan, sepatu safety, dan rompi. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif serta Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata kepatuhan APD sebelum intervensi adalah 3,67 atau 52,38%, sedangkan setelah safety talk meningkat menjadi 6,17 atau 88,10%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z= -4,79, p < 0,001, dan effect size r = 0,87, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dengan efek yang kuat antara kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa safety talk berperan efektif dalam mendorong kepatuhan pekerja konstruksi terhadap penggunaan APD.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-07-20

Issue

Section

Articles