Evaluasi Kelayakan Geoteknik Material Tanah Timbun dari Quarry Lokal di Wilayah Pesisir Dumai
Keywords:
tanah timbun, quarry lokal, pemadatan Proctor standar, indeks plastisitasAbstract
Material tanah timbun merupakan komponen kritis dalam pekerjaan tanah infrastruktur pesisir, namun pemilihan material di Kota Dumai, Riau masih sering dilakukan berdasarkan jarak hauling dan biaya tanpa evaluasi kualitas teknis yang terukur. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan geoteknik material dari tiga quarry lokal aktif—Pelintung, Bukit Nenas, dan Bukit Timah—untuk digunakan sebagai material timbunan dalam konstruksi sipil. Sampel terganggu diambil pada kedalaman 0,5–1,0 m dan diuji di laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) meliputi kadar air alami, berat jenis, void ratio, porositas, batas Atterberg, dan uji pemadatan Proctor standar. Hasil dibandingkan dengan SNI 8460:2017 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 3. Kadar air alami berkisar 10,43–16,12%, kepadatan kering maksimum 1,65–1,86 g/cm³, dan indeks plastisitas 9,60–13,68%. Material Quarry Pelintung memenuhi seluruh persyaratan dan diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan (selected fill); Quarry Bukit Nenas layak sebagai timbunan umum (common fill) dengan pengendalian kadar air; sedangkan Quarry Bukit Timah bersifat marginal dan memerlukan pencampuran pasir atau pengeringan sebelum pemadatan. Tren invers antara indeks plastisitas dan kepadatan kering maksimum dikonfirmasi secara statistik. Temuan menunjukkan bahwa material quarry lokal Riau dapat dimanfaatkan secara optimal untuk konstruksi berkelanjutan apabila disesuaikan dengan fungsi struktural dan didukung pengendalian kadar air serta kepadatan lapangan yang disiplin.





