Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice Journal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE) en-US jice@sttp-yds.ac.id (Journal of Infrastructure and Civil Engineering) randhisaily@sttp-yds.ac.id (Randhi Saily) Wed, 15 Jul 2026 03:27:30 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kelayakan Finansial Keberhasilan Proyek Infrastruktur: A Systematic Literature Review https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/152 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola dan alokasi penelitian mengenai kelayakan finansial proyek infrastruktur di Indonesia periode 2021–2025. Metode yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan kerangka PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan menghasilkan 16 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dari 153 dokumen awal. Data diekstraksi berdasarkan tujuan penelitian, indikator kelayakan finansial, jenis infrastruktur, cakupan geografis, dan status indeks Sinta. Hasil menunjukkan bahwa sektor transportasi darat, khususnya jalan dan jalan tol, mendominasi 50% studi yang dianalisis, dengan NPV sebagai indikator utama yang digunakan pada seluruh studi, diikuti oleh IRR, <em>Payback Period</em>, dan BCR. Distribusi geografis menunjukkan konsentrasi penelitian di Jawa dan Bali, sedangkan wilayah Indonesia timur masih sangat terbatas. Temuan ini menunjukkan adanya bias sektoral dan geografis dalam penelitian kelayakan finansial infrastruktur. Implikasi penelitian menegaskan perlunya diversifikasi sektor infrastruktur yang dikaji, peningkatan representasi wilayah luar Jawa, serta pendalaman metodologis melalui penerapan <em>Value for Money</em>, analisis risiko kuantitatif, dan skenario ketidakpastian. Dengan demikian, penelitian ini menyediakan pemetaan komprehensif yang dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan dan penelitian lanjutan di bidang kelayakan finansial infrastruktur di Indonesia.</p> Zahwa Diah A.P, Agustan Agustan Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/152 Wed, 15 Jul 2026 00:00:00 +0000 Evaluation of Drainage Channel Capacity on Rela–Sutomo Road, Medan City, Indonesia https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/192 <p><em>This study evaluated the capacity of the drainage system along Rela–Sutomo Road, Medan, to accommodate rainfall runoff and domestic wastewater. Rapid urban development and population growth have increased impervious surface coverage, surface runoff, and domestic wastewater generation, potentially exceeding the conveyance capacity of the existing drainage channels. This study aimed to determine whether the existing drainage system could accommodate the combined design discharge. The analysis included population projection using the least-squares method, estimation of domestic wastewater discharge, rainfall frequency analysis using the selected probability distribution for a 10-year return period, rainfall intensity estimation using the Mononobe method, runoff calculation using the rational method, and channel capacity calculation using Manning’s formula. Sediment depths and channel dimensions were directly measured across 10 drainage segments. The results showed that the design runoff discharge for the selected 10-year return period reached 24.46 m³/s, whereas the existing channel capacity was only 1.31 m³/s. Sediment accumulation reduced the effective cross-sectional area and decreased the channel capacity by up to 30%. Consequently, the combined inflow substantially exceeded the available channel capacity, indicating critical hydraulic overload and a high risk of flooding and surface inundation. The existing drainage system is therefore inadequate and requires channel normalization, periodic sediment removal, and hydraulic capacity improvement</em></p> Melvi Maulita Napitupulu, Ridho Azahar, Wisnu Prayogo, Fikryah Atikah Pane, Sarra Rahmadani, Rizky Simanjuntak, Ahmad Zulfikar Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/192 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Evaluasi Kelayakan Geoteknik Material Tanah Timbun dari Quarry Lokal di Wilayah Pesisir Dumai https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/194 <p><em>Material tanah timbun merupakan komponen kritis dalam pekerjaan tanah infrastruktur pesisir, namun pemilihan material di Kota Dumai, Riau masih sering dilakukan berdasarkan jarak hauling dan biaya tanpa evaluasi kualitas teknis yang terukur. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan geoteknik material dari tiga quarry lokal aktif—Pelintung, Bukit Nenas, dan Bukit Timah—untuk digunakan sebagai material timbunan dalam konstruksi sipil. Sampel terganggu diambil pada kedalaman 0,5–1,0 m dan diuji di laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) meliputi kadar air alami, berat jenis, void ratio, porositas, batas Atterberg, dan uji pemadatan Proctor standar. Hasil dibandingkan dengan SNI 8460:2017 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Divisi 3. Kadar air alami berkisar 10,43–16,12%, kepadatan kering maksimum 1,65–1,86 g/cm³, dan indeks plastisitas 9,60–13,68%. Material Quarry Pelintung memenuhi seluruh persyaratan dan diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan (selected fill); Quarry Bukit Nenas layak sebagai timbunan umum (common fill) dengan pengendalian kadar air; sedangkan Quarry Bukit Timah bersifat marginal dan memerlukan pencampuran pasir atau pengeringan sebelum pemadatan. Tren invers antara indeks plastisitas dan kepadatan kering maksimum dikonfirmasi secara statistik. Temuan menunjukkan bahwa material quarry lokal Riau dapat dimanfaatkan secara optimal untuk konstruksi berkelanjutan apabila disesuaikan dengan fungsi struktural dan didukung pengendalian kadar air serta kepadatan lapangan yang disiplin.</em></p> Susy Srihandayani, Rafika Rani, Adiya Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/194 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Scenario-Based Analysis of Hydraulic Response in the Senapelan River Reach https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/197 <p>The absence of long-term observed hydrological data poses a significant challenge for urban flood management. This study addresses data scarcity in the Kedungsari reach of the Senapelan River, Pekanbaru, Indonesia, by combining 1D steady-flow hydraulic modeling with empirical hydrological estimation to determine the channel's critical bankfull capacity and its corresponding return period. The model isolated the maximum safe bankfull capacity at 17.20 m³/s, identifying Cross-Section 4 as the primary hydraulic bottleneck. Mapping this physical capacity onto the regional design flood frequency curve revealed that the existing channel corresponds to a low return period of approximately 1.5 years. Consequently, the channel is severely undersized, failing to contain a standard 2-year frequent flood (24.70 m³/s) or the legally mandated 10-year extreme event (33.26 m³/s).</p> Daly Riandi, Rizki Ramadhan Husaini Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/197 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Comparative Seismic Performance of Flat Slab-Drop Panel and Conventional Slab Systems for Hospital Buildings https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/199 <p><em>Hospitals are classified as essential facilities and therefore require adequate seismic performance to maintain structural safety during earthquake events. This study compares the seismic performance of a conventional slab system and a flat slab-drop panel (FSDP) system in a four-story reinforced concrete hospital building using the Response Spectrum Analysis (RSA) method. Two three-dimensional structural models were developed in ETABS v21.2 with identical geometry, material properties, loading conditions, and boundary conditions. The only variable considered was the floor system configuration. Structural responses, including structural weight, fundamental period, inter-story drift, slab deflection, base shear, and column reinforcement demand, were evaluated in accordance with SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019. The results indicate that the FSDP system increased the total structural weight by 6.54%, the fundamental period by 30.2% and 18.2% in the X- and Y-directions, respectively, and the base shear by 42.29% and 26.85%. In addition, the FSDP system produced larger inter-story drift, slab deflection, and column design demand than the conventional slab system. Nevertheless, all evaluated structural responses satisfied the design requirements specified in the applicable Indonesian standards. Overall, the conventional slab system was found to be more structurally efficient, exhibiting lower inter-story drift, slab deflection, base shear, and column reinforcement demand than the FSDP system, while both structural systems satisfied the seismic design requirements specified in SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019. The FSDP system, however, offers greater architectural flexibility and construction efficiency.</em></p> Putu Didik Sulistiana, I Putu Pranayoga Aditya, I Gusti Agung Putu Eryani Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/199 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Redesain dan Evaluasi Kinerja Fondasi Piled Raft Pada Tanah Lempung Berlapis Menggunakan MIDAS GTS NX https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/200 <p><em>Proyek ini merupakan pembangunan gedung pendidikan bertingkat tinggi yang pada desain awal menggunakan fondasi tiang pancang. Pada tahap pengujian Pile Driving Analyzer (PDA), hammer mengalami kerusakan berupa pecah; evaluasi selanjutnya mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara interpretasi desain awal dan kondisi aktual lapangan. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya redesain fondasi agar tetap memenuhi persyaratan kapasitas dan kemampulayanan. Penelitian ini mengevaluasi sistem piled raft pada tanah lempung berlapis melalui verifikasi analitis dan analisis elemen hingga tiga dimensi. Konfigurasi fondasi terdiri atas raft berukuran 74 m × 28 m dengan tebal 2 m dan 846 spun pile berdiameter 0,50 m serta panjang 12 m yang menerima beban layan 182.581,28 kN. Perhitungan analitis menghasilkan kapasitas izin tiang tunggal 627,81 kN, pembagian beban Poulos–Davis–Randolph sebesar 76,91% pada kelompok tiang dan 23,09% pada raft, serta penurunan 8,12 cm. Analisis MIDAS GTS NX menghasilkan penurunan maksimum 6,684 cm, rasio penurunan diferensial 0,000340, gaya tekan maksimum 541,749 kN pada kepala tiang dan 543,659 kN sepanjang elemen, serta rasio pemanfaatan maksimum 0,866. Kelompok tiang memikul 74,04% beban dan raft 25,96%. Perbedaan load sharing terhadap PDR sebesar 2,87 poin persentase menunjukkan pola distribusi beban yang konsisten. Hasil tersebut memenuhi kriteria evaluasi geoteknik yang digunakan.</em></p> Nazla Nabilla, Herwan Dermawan Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/200 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Application of Type-2 Fuzzy Logic to Signal Timing Control at Signalized Intersections: Addressing Traffic Data Uncertainty https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/182 <p><em>Urban intersections are increasingly congested as motorized vehicle volumes continue to rise, while fixed-time signal control often fails to respond to dynamic traffic conditions. This review examines the use of Type-2 Fuzzy Logic (FL-T2) for adaptive signal timing control under traffic uncertainty and its relevance to Indonesian urban intersections. A systematic literature review was conducted on recent studies published between 2021 and 2025. The reviewed studies show that FL-T2 is generally built on fuzzification, rule-base formulation, inference, and defuzzification, with uncertainty represented through the Footprint of Uncertainty. The synthesis indicates that FL-T2 performs better than fixed-time control and Type-1 fuzzy logic in reducing delay, queue length, and saturation level, especially under fluctuating traffic conditions. Hybrid FL-T2 models with optimization algorithms also show stronger performance in simulation studies. </em><em>However, practical implementation in Indonesia still depends on detector availability, data quality, computational feasibility, and institutional readiness. FL-T2 is therefore a promising adaptive control framework, but further local simulation and pilot testing are needed before field deployment.</em></p> Julinaldi Julinaldi, Sahriyal Sahriyal Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/182 Sat, 18 Jul 2026 00:00:00 +0000 Modification of Clay Soil Permeability with Palm Shell Ash for Road Subgrade Repair https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/185 <p><em>The subgrade in Paloh 80, Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, is a fine-grained clay with low stability, making it unsuitable for use as a road subgrade without stabilization. Therefore, stabilization efforts are needed to improve its technical properties. This study aims to analyze the effect of adding palm shell ash (ACS) on changes in the permeability coefficient of clay soil. The research method used is a laboratory experiment with variations in ACS mixtures at 0%, 4%, 6%, 8%, 10%, and 12% of the soil's dry weight under optimum water-content conditions. The stabilization process involves mixing clay soil with palm shell ash in varying proportions, followed by testing in accordance with ASTM standards, specifically the falling-head permeability test. The results show that adding palm shell ash significantly reduces the permeability coefficient of clay soil. The original soil permeability value of 8.339 × 10^(-8) cm/s decreased to 4.355 × 10^(-8) cm/s in the 12% mixture. This decrease was caused by the palm shell ash filler, which filled soil pore spaces, thereby inhibiting water flow. The results showed that the addition of ACS significantly reduced the permeability coefficient of clay soil. The original soil permeability value of 8.339 × 10^(-8) cm/s decreased to 4.355 × 10^(-9) cm/s in the 12% mixture. This decrease was caused by the ACS filler, which filled soil pore spaces, thereby inhibiting water flow. Thus, palm shell ash has potential as an environmentally friendly stabilization material to improve the quality of road subgrades.</em></p> Debby Endriani; Nova Juliana, Nor Faizah Bawadi Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/185 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Variasi Kadar dan Ukuran Butiran Palm Oil Fuel Ash (POFA) terhadap Kuat Tekan dan Berat Isi Mortar Busa https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/187 <p><em>Pemanfaatan limbah Palm Oil Fuel Ash (POFA) sebagai material substitusi pada mortar busa menjadi alternatif dalam pengembangan material konstruksi ringan berbasis limbah agroindustri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar dan ukuran butiran POFA terhadap kuat tekan serta berat isi mortar busa. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksperimental laboratorium. Material penyusun terdiri atas semen PCC, pasir Sungai Kampar, air sumur bor Kampus I Universitas Abdurrab, agen foam nabati SMACON, dan POFA sebagai material substitusi. Variasi kadar POFA adalah 0%, 10%, 20%, dan 30%, sedangkan fraksi ukuran nominal yang dibandingkan adalah 1,18 mm (saringan No. 16) dan 0,60 mm (saringan No. 30). Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 14 hari sehingga hasil penelitian merepresentasikan performa umur awal mortar busa. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui perbandingan nilai rata-rata, perubahan terhadap campuran kontrol, serta rasio kuat tekan terhadap berat isi. Hasil menunjukkan bahwa pada umur 7 hari, kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran 30% POFA ukuran 0,60 mm (No. 30), sedangkan pada umur 14 hari kuat tekan tertinggi diperoleh pada campuran kontrol tanpa POFA. Berat isi terendah diperoleh pada campuran 20% POFA ukuran 1,18 mm (No. 16) umur 7 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan POFA berkaitan dengan perubahan kuat tekan dan berat isi mortar busa, tetapi pola perubahannya tidak linier. Secara praktis, POFA berpotensi dimanfaatkan sebagai material substitusi mortar busa, namun penerapannya memerlukan optimasi kadar, ukuran butiran, dan umur rencana agar diperoleh keseimbangan antara kekuatan mekanis dan karakter ringan material.</em></p> Doni Rinaldi Basri, Muhammad Yazid, Riski Nando Pratama, Abi Wahyudi Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/187 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pemodelan Indeks Infiltrasi Pada Lahan Permukiman Perkotaan Sebagai Dasar Pengendalian Genangan https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/202 <p><em>Perubahan penggunaan lahan di kawasan perkotaan menyebabkan berkurangnya kemampuan infiltrasi tanah sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan potensi terjadinya genangan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sistem drainase perkotaan, khususnya pada kawasan yang mengalami perkembangan infrastruktur secara pesat. Penelitian ini bertujuan memodelkan indeks infiltrasi sebagai dasar pengendalian genangan di kawasan Universitas Negeri Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer berupa pengukuran infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer dan data sekunder berupa data curah hujan wilayah Air Tawar Barat. Laju infiltrasi dianalisis menggunakan model Horton untuk memperoleh parameter infiltrasi dan menghitung indeks infiltrasi, kemudian dibandingkan dengan intensitas hujan untuk mengevaluasi potensi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks infiltrasi pada durasi 1 jam berkisar antara 127–1.442 mm/jam. Seluruh titik pengamatan memenuhi kondisi terhadap intensitas hujan maksimum metode Mononobe sebesar 7,23 mm/jam, yang menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi tanah masih mampu meresapkan air hujan sehingga potensi limpasan permukaan akibat keterbatasan infiltrasi relatif rendah. Meskipun demikian, lokasi dengan nilai indeks infiltrasi yang lebih rendah memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi apabila terjadi peningkatan intensitas hujan atau perubahan penggunaan lahan. Model indeks infiltrasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam mengidentifikasi tingkat kerentanan genangan serta menjadi informasi pendukung dalam perencanaan sistem drainase dan pengelolaan air hujan yang berkelanjutan pada kawasan perkotaan. </em></p> Agung Almunawar, Jonni Mardizal, Nurhasan Syah, Totoh Andayono Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/202 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Safety Talk terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Proyek Pengembangan Rumah Sakit X di Pekanbaru https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/204 <p><em>Kegiatan konstruksi mengandung beragam sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD), menjadi kebutuhan utama di area proyek. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat perilaku aman pekerja adalah safety talk yang diberikan sebelum aktivitas pekerjaan dimulai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pelaksanaan safety talk terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek Pengembangan Rumah Sakit X Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Sebanyak 30 pekerja dilibatkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi kepatuhan APD sebelum dan setelah safety talk, dengan komponen penilaian meliputi helm keselamatan, kacamata pelindung, pelindung telinga, masker, sarung tangan, sepatu safety, dan rompi. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif serta Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata kepatuhan APD sebelum intervensi adalah 3,67 atau 52,38%, sedangkan setelah safety talk meningkat menjadi 6,17 atau 88,10%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z= -4,79, p &lt; 0,001, dan effect size r = 0,87, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dengan efek yang kuat antara kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa safety talk berperan efektif dalam mendorong kepatuhan pekerja konstruksi terhadap penggunaan APD.</em></p> Rahmat Tisnawan, Puspa Ningrum, Chaser Brust Tito Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/204 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 Analisis Angle Bar sebagai Penunjang Stabilitas dan Tumpuan Metal Deck pada Pelaksanaan Struktur Suspended Slab https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/186 <p>Pada sistem pelat gantung (<em>suspended slab</em>) dengan <em>metal deck</em> komposit, balok penumpu harus memenuhi panjang tumpuan (<em>bearing length</em>) minimum agar <em>deck</em> tidak bergeser saat pengecoran. Pengamatan lapangan pada Proyek Pabrik <em>Central Plant</em> 3 (CP3) PT Pesta Pora Abadi di Majalengka menemukan panjang tumpuan <em>metal deck</em> aktual hanya 25 mm—mengikuti tebal selimut beton (d = 25 mm)—atau 50% di bawah ketentuan minimum pabrikan sebesar 50 mm. Untuk mengatasinya tanpa membongkar struktur, dipasang profil baja siku (<em>angle bar</em>) L 50×50×5 yang dilas pada sengkang balok (tulangan polos BJTP 280) menggunakan elektroda AWS E70XX. Penelitian ini bertujuan memverifikasi kapasitas lentur profil siku dan sambungan lasnya pada tahap konstruksi dan tahap operasional berdasarkan SNI 1727:2020, SNI 1729:2020, dan SNI 1726:2019. Analisis dilakukan pada dua sampel pelat, yaitu sampel <em>Center</em> (tebal 150 mm, beban hidup 4,905 kN/m²) dan sampel <em>Side</em> (tebal 200 mm, beban hidup 19,62 kN/m² dari beban mesin), yang masing-masing ditinjau pada tahap konstruksi dan operasional serta dimodelkan dengan <em>Tekla Structures</em>. Hasil analisis menunjukkan pemasangan profil siku meningkatkan panjang tumpuan efektif menjadi 50 mm sehingga memenuhi persyaratan minimum. Rasio kapasitas lentur maksimum 0,88 dan rasio kapasitas geser las 0,40 keduanya terjadi pada sampel <em>Side</em> tahap operasional dan masih memenuhi kriteria aman (rasio &lt; 1,0). Disimpulkan bahwa profil siku berperan sebagai pemikul beban utama pada tahap konstruksi dan sebagai elemen penstabil tepi yang tertanam pada tahap operasional saat pelat komposit telah bekerja sebagai sistem struktur utama.</p> Gibran Rismansah, Arief Firmanto Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/186 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 WBS-Pareto-ABC and CPI Model for Pre-Construction Cost Control of A-KRIS Hospital Building https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/195 <p><em>Pre-construction cost control in hospital ward completion projects requires a systematic approach capable of identifying cost concentration before construction begins because healthcare rehabilitation works involve complex interations among MEP-HVAC, sanitation, air-conditioning systems and functional building components. This study aims to develop a novel pre-construction cost control framework by integrating the Work Breakdown Structure (WBS), Pareto-ABC analysis, Area Cost Index (ACI) and a newly proposed Control Priority Index (CPI) for the A-KRIS Hospital Building completion project at RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. A quantitative descriptive case study was conducted through Bill of Quantity (BoQ) validation, WBS mapping, cost aggregation by work zone and sub-work, area cost index calculation, Pareto-ABC classification, and CPI formulation. The project cost was IDR 930,571,644 (including 11% VAT), with an area cost index of IDR 606,093/m<sup>2</sup>. Cost distribution was highly concentrated in Teratai Ward (60.18%) and Soka Ward (39.10%) accounted for 78.78% of the total project cost. The proposed CPI further differentiates priority among high-cost work items by integrating cost contribution, zone dominance, ABC classification, and optional technical risk, enabling more targeted prioritization of AHU isolation, air-conditioning, sanitation, piping, aluminium works and nurse station components. Unlike conventional Pareto-ABC analysis, which prioritizes work items solely based on cumulative cost, the proposed WBS-Pareto-ABC-CPI framework provides a structured decision-support model that links cost concentration with managerial control priorities during the pre-construction stage. The framework contributes to construction management by transforming conventional BoQ data into a practical and replicable tool for preventive cost, procurement, quality, schedule and safety control that can be applied tohospital rehabilitazion and other public-building projects.</em></p> Endah Atika, Hermawan Hermawan, Hidayatus Sibyan Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/195 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0000 Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Lalu Lintas Ruas Jalan Sultan Abdurrahman Kota Pontianak https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/210 <p><em>Kota Pontianak merupakan pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan berbagai aktivitas sosial di Provinsi Kalimantan Barat yang menyebabkan mobilitas lalu lintas terus meningkat. Salah satu ruas jalan yang berperan penting dalam mendukung pergerakan tersebut adalah Jalan Sultan Abdurrahman. Beragam aktivitas di sepanjang koridor jalan, seperti kendaraan berhenti atau parkir di tepi jalan, pergerakan pejalan kaki, serta kendaraan yang keluar dan masuk dari akses bangunan, menimbulkan hambatan samping yang dapat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh hambatan samping terhadap kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Sultan Abdurrahman berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 untuk jalan perkotaan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan selama tujuh hari berturut-turut, yaitu pada 3–9 Juni 2024, dengan pengamatan pada tiga periode jam sibuk, yakni pukul 06.00–08.00 WIB, 11.00–13.00 WIB, dan 16.00–18.00 WIB. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas maksimum mencapai 4.359,3 smp/jam, sedangkan kecepatan arus bebas tertinggi sebesar 57,34 km/jam. Nilai derajat kejenuhan sebesar 1,35 menunjukkan bahwa volume lalu lintas telah melampaui kapasitas pelayanan jalan, sehingga arus kendaraan menjadi tidak stabil dan kemacetan cenderung terjadi pada periode jam puncak. Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan samping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Sultan Abdurrahman.</em></p> Faris Furqan, Siti Mayuni, Slamet Widodo Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/210 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0000 Flow Characteristics in an Open Channel Flume Based on Bed Slope Variation at the Civil Engineering Laboratory of Universitas Lancang Kuning https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/168 <p><em>This study aims to analyze the effect of bed slope variation on flow characteristics in an open channel flume at the Civil Engineering Laboratory of Universitas Lancang Kuning. The research was conducted experimentally using a laboratory flume with constant discharge conditions. Three slope variations were applied, namely 0.001, 0.003, and 0.005. The observed parameters include flow velocity and flow depth. In addition, the Froude number was calculated to determine the type of flow regime. The results indicate that increasing the bed slope leads to an increase in flow velocity from 0.20 m/s to 0.33 m/s. Meanwhile, the flow depth tends to decrease as the slope increases. The calculated Froude number ranges from 0.201 to 0.343, indicating that the flow regime remains in subcritical conditions. These results provide empirical insight into the relationship between bed slope and hydraulic characteristics in open channel flow and can serve as reference data for hydraulic laboratory experiments.</em></p> Marlaily Idris, Virgo Trisep Haris, Hendri Rahmat, Fitridawati Soehardi Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/168 Tue, 21 Jul 2026 00:00:00 +0000 Studi Komparatif Agregat Halus Pasirmalati dan Cimalaka pada Beton Normal Berdasarkan Karakteristik Material dan Kuat Tekan https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/212 <p><em>Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan tekan tinggi serta mudah diaplikasikan dalam berbagai pekerjaan. Salah satu faktor yang memengaruhi mutu beton adalah karakteristik agregat halus yang digunakan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik fisik pasir Pasirmalati dan pasir Cimalaka, menganalisis pengaruhnya terhadap kuat tekan beton, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai agregat halus pada beton struktural. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium melalui pengujian sifat material yang meliputi kadar lumpur, kandungan zat organik, dan berat jenis agregat, serta pengujian kuat tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Perencanaan campuran beton mengacu pada SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasir Malati memiliki kadar lumpur sebesar 8,70%, kandungan zat organik 0–10%, dan berat jenis 2,18. Sementara itu, pasir Cimalaka memiliki kadar lumpur 4%, kandungan zat organik 10–20%, dan berat jenis 2,51. Pada umur 28 hari, beton yang menggunakan pasir Malati menghasilkan kuat tekan rata-rata 21,986 MPa, sedangkan beton dengan pasir Cimalaka mencapai 25,289 MPa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasir Cimalaka memenuhi mutu rencana sehingga layak digunakan sebagai agregat halus pada beton struktural. Sebaliknya, pasir Malati belum mencapai mutu yang ditetapkan sehingga belum dapat direkomendasikan sebagai alternatif pengganti agregat halus.</em></p> Muhammad Rafi Perdana, Tira Roesdiana Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/212 Sun, 26 Jul 2026 00:00:00 +0000 Optimasi Sistem Drainase Perkotaan Berbasis Debit Limpasan dan Pemetaan Spasial untuk Pengendalian Banjir di Jalan Unggas Kota Pekanbaru https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/188 <p><em>Banjir kawasan permukiman merupakan persoalan perkotaan yang dipengaruhi oleh curah hujan, kapasitas drainase, sedimentasi, penyumbatan sampah, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting drainase serta merumuskan strategi optimasi penanganan banjir di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui survei lapangan, analisis hidrologi, evaluasi kapasitas saluran, dan pemetaan spasial. Data primer diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta pengukuran dimensi dan elevasi menggunakan GPS Geodetic RTK, sedangkan data sekunder berupa curah hujan maksimum tahunan 2015–2024. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Excel, QGIS, ArcGIS, dan AutoCAD Map 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drainase sisi kiri belum memenuhi kapasitas debit rencana periode ulang 5, 10, dan 25 tahun karena dimensi terbatas, sedimentasi, sampah, serta saluran terputus. Drainase sisi kanan memenuhi seluruh debit rencana. Perencanaan ulang drainase kiri dengan lebar dasar 2 m dan tinggi 1,5 m meningkatkan kapasitas tampungan menjadi 4,289 m<sup>3</sup>/s dan memenuhi debit rencana. Rekomendasi penelitian meliputi normalisasi saluran, peningkatan dimensi drainase, sumur resapan, kolam retensi, dan penguatan partisipasi masyarakat</em></p> Rizki Ramadhan Husaini, Muhammad Yazid, Fadil Ananda Pratama Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/188 Sun, 26 Jul 2026 00:00:00 +0000 Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Menggunakan Agregat Halus Cipancur (Kuningan) dan Cimalaka (Sumedang) https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/177 <p><em>Sebagai salah satu penyusun utama beton, agregat halus berkontribusi penting terhadap kualitas dan kekuatan tekan beton. Perbedaan karakteristik agregat halus dari berbagai sumber dapat memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja beton yang dihasilkan. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis perbandingan karakteristik agregat halus pasir Cipancur dan pasir Cimalaka serta pengaruhnya terhadap </em>kekuatan<em> tekan beton pada mutu rencana 25 MPa. Metode yang diterapkan adalah eksperimen laboratorium melalui pengujian material yang meliputi gradasi, kadar lumpur, berat jenis, penyerapan air, dan kandungan zat organik, serta pengujian kekuatan tekan beton pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis pasir memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI sebagai bahan penyusun beton. Distribusi gradasi yang lebih baik serta tingkat kebersihan material yang tinggi pada pasir Cipancur, dengan kadar lumpur 3,77% dan tanpa kandungan zat organik, berkontribusi terhadap pencapaian kekuatan tekan tertinggi sebesar 25,855 MPa. Sebaliknya, pasir Cimalaka menghasilkan </em>kekuatan<em> tekan sebesar 25,289 MPa dan masih memenuhi mutu rencana, meskipun memiliki kandungan lumpur dan zat organik yang lebih tinggi, yang dikompensasi oleh berat jenis sebesar 2,51. Pasir Cipancur dan pasir Cimalaka sama-sama mampu menghasilkan kuat tekan beton yang memenuhi mutu rencana 25 Mpa, dengan selisish kuat tekan yang relatif kecil berdasarkan temuan penelitian.</em></p> Randy Umam Rahmawan, Tira Roesdiana Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/177 Tue, 28 Jul 2026 00:00:00 +0000