https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/issue/feedJournal of Infrastructure and Civil Engineering2026-03-31T03:16:37+00:00Journal of Infrastructure and Civil Engineeringjice@sttp-yds.ac.idOpen Journal SystemsJournal of Infrastructure and Civil Engineering (JICE)https://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/131Perencanaan Bangunan Pengaman Tebing Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Bersama Universitas Lancang Kuning2026-03-16T08:19:01+00:00Nurhalidahalidahalida414@gmail.comZainurizainuri@unilak.ac.idMuthia Anggrainimuthia@unilak.ac.id<p><em>Area pembangunan ruang kelas bersama yang direncanakan di Universitas Lancang Kuning khususnya bangunan 3 lantai, pada lahan yang berdekatan dengan lereng atau tebing menimbulkan risiko teknis yang tidak dapat diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah tekanan lateral tanah yang terjadi akibat kondisi topografi miring. Hal ini juga ditemukan pada lokasi pembangunan ruang kelas bersama di Universitas Lancang Kuning, Lereng memiliki ketinggian 5 meter. Tujuannya adalah penanganan teknis untuk menjamin kestabilan lereng. Maka diperlukan perencanaan bangunan dinding penahan tanah tipe gravitasi sebagai solusi pengamanan tebing. Berdasarkan perhitungan teknis dan geoteknik yang mengacu pada SNI 8460-2017, </em>Dengan menggunakan metode <em>Simplified Bishop</em>, hasil analisis terhadap kestabilan lereng menunjukkan <em>faktor keamanan (FS) bidang gelincir lereng dengan jari-jari (R) = 5,16 meter. Selanjutnya direncanakan dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan tinggi 4 meter, ketebalan puncak atas 0,6 meter, lebar tumit belakang 0,75 meter, lebar telapak 3,5 m dan lebar dasar dinding 0,75 m telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan terhadap pergeseran (Fgs) sebesar 3,15, terhadap guling (Fgl) sebesar 7,21, dan terhadap daya dukung tanah sebesar 19,22. Seluruh nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan (Fgs dan Fgl > 1,5; daya dukung > 3), sehingga struktur dinyatakan aman dari ketiga aspek stabilitas tersebut.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/154Analisis Penerapan LID Control pada Sistem Drainase Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi dengan Pendekatan SWMM 2026-03-08T08:10:53+00:00Bayu Poernomobayuprnm00@gmail.comSih Andajaniandajani@trisakti.ac.id<p>Perumahan Griya Bintara, Kota Bekasi merupakan kawasan permukiman yang sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Keterbatasan lahan di kawasan perumahan ini menjadikan konsep <em>Low Impact Development</em> (LID) sebagai salah satu alternatif pendekatan pengelolaan limpasan air hujan. LID berfokus pada pengendalian limpasan air hujan melalui upaya memperlambat aliran, menyimpan, serta meningkatkan penyerapan air hujan sebelum mencapai saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan LID terhadap perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan kejadian genangan pada sistem drainase kawasan penelitian. Kawasan perumahan dibagi menjadi lima <em>subcatchment</em> berdasarkan kondisi topografi, arah aliran permukaan, dan jaringan drainase eksisting. Analisis dilakukan terhadap empat skenario sistem drainase, yaitu: skenario 0 tanpa penerapan LID, skenario 1 dengan penerapan LID sumur resapan, skenario 2 dengan penerapan LID saluran resapan (<em>infiltration trench</em>), serta skenario 3 dengan kombinasi kedua jenis LID tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan analisis berbasis perangkat lunak <em>Strom Water Management Model</em> (SWMM) 5.2 sebagai alat bantu untuk menilai kecenderungan perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan genangan yang digambarkan oleh jumlah saluran yang mengalami luapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh skenario penerapan LID menghasilkan kinerja sistem drainase yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting tanpa LID. Pada skenario tanpa LID, debit puncak limpasan berada pada kisaran 0,49 - 1,52 m<sup>3</sup>/detik dengan koefisien limpasan 0,928 – 0,967 serta genangan akibat luapan pada 21 saluran drainase di lima <em>subcatchment</em>. Sementara itu, pada skenario kombinasi dua LID debit puncak limpasan menurun menjadi 0,08 - 0,32 m<sup>3</sup>/detik dengan koefisien limpasan 0,273 – 0,452 serta genangan akibat luapan pada tiga saluran drainase di <em>Subcatchment</em> 5. Perbedaan kinerja antara skenario saluran resapan dan skenario kombinasi dua LID relatif tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa pada karakteristik kawasan dengan lahan terbatas dan tanah lempung dengan permeabilitas rendah, penerapan saluran resapan telah memberikan kontribusi dominan terhadap pengurangan limpasan. Ruas saluran pada <em>Subcatchment 5</em> memerlukan penyesuaian atau pembesaran dimensi untuk menghilangkan genangan secara menyeluruh.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/160Sifat Fisik Tanah Berpengaruh Terhadap Kuat Geser Tanah Wilayah Pesisir Menggunakan ANFIS2026-03-08T08:31:07+00:00Ewis Oktarezaewis.oktareza7172@grad.unri.ac.idFerry Fatnantaferry.fatnanta@lecturer.unri.ac.idImam Suprayogidrisuprayogi@eng.unri.ac.id<p><em>Tanah pesisir didominasi lempung marin dan tanah organik tinggi dengan kuat geser rendah, kompresibilitas tinggi, dan sensitif terhadap kadar air serta salinitas, sehingga meningkatkan risiko kegagalan infrastruktur. Penelitian ini mengevaluasi kinerja metode soft computing, Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), dalam memprediksi kuat geser tak terdrainase (Cu) serta menentukan parameter sifat fisik tanah paling dominan. Data terdiri dari 190 tanah pesisir, meliputi kadar air, berat isi, berat jenis, Atterberg limit, dan liquidity index. ANFIS diterapkan menggabungkan jaringan saraf dan logika fuzzy untuk menangkap hubungan nonlinier dan ketidakpastian data. Hasil menunjukkan ANFIS memiliki performa terbaik (R All = 0,8443; RMSE = 0,1673). Analisis ANFIS dengan performa terbaik mengidentifikasi Plastic Limit (PL) dan Specific Gravity (Gs) sebagai faktor utama yang mempengaruhi kuat geser (Cu). Penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi mineral dan densitas partikel tanah di wilayah pesisir berdampak signifikan pada kuat geser tanah, serta efektivitas ANFIS dapat dijadikan alat prediksi awal untuk perencanaan geoteknik dan mitigasi risiko infrastruktur pesisir.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/161The Effect of Stabilization Spent Bleaching Earth using Seashell Towards Compressive Strength and Water Blasting Damages of Concrete2026-03-17T14:52:27+00:00Muhammad Gala Garcyagalagarcya@polbeng.ac.idFaisal Anandafaisalananda@polbeng.ac.idJuli Ardita Pribadi Rjuli.ardita@polbeng.ac.idZulkarnainzulkarnain@polbeng.ac.idAlamsyahalamsyah@polbeng.ac.idArmadaarmada@polbeng.ac.id<p><em>Palm Crude Oil (CPO) production generates substantial waste, including Spent Bleaching Earth (SBE), which is difficult to recycle. This research explores the stabilization of SBE using seashells for use in concrete mixtures. The goal is to enhance concrete’s durability by utilizing the calcium content in stabilized SBE. In this study, we tested concrete with a design strength of 30 MPa. The tests included compressive strength on 150x300 mm cylinders, flexural strength on 600x150x150 mm beams after 28 days of curing, and water blasting resistance using two methods. The water blasting test assessed the concrete’s resistance to water pressure on 500 x 350 x 50 mm samples over three consecutive days. The results showed that concrete with a 7.5% SBE variation achieved a compressive strength of 42.06 MPa, higher than the design strength. Flexural strength increased by 4.67% with a 10% variation in SBE. However, the water blasting tests revealed that both concrete variations exhibited greater damage than normal concrete, indicating that while SBE improves compressive and flexural strength, it may reduce the concrete’s water resistance.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/157Studi Eksperimental Kapasitas Momen Balok Beton Mutu Tinggi dengan Penambahan Serat Polypropylene2026-03-17T04:46:51+00:00Messa Revolismessarevolis@pnp.ac.idAris Aryantomessarevolis@pnp.ac.id<p><em>Beton mutu tinggi banyak digunakan dalam konstruksi modern karena memiliki kekuatan tekan yang tinggi. Namun, material ini memiliki kelemahan berupa sifat getas yang menyebabkan kemampuan menahan beban lentur dan mengontrol retak menjadi terbatas. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa penambahan serat dapat meningkatkan daktilitas dan ketahanan retak beton. Meskipun demikian, kajian mengenai pengaruh serat <strong>polipropilena</strong> terhadap kapasitas momen balok beton mutu tinggi, khususnya pada kombinasi dengan tulangan lentur konvensional, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat polipropilena terhadap kapasitas momen dan perilaku retak balok beton mutu tinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat empat tipe spesimen balok beton mutu tinggi, yaitu: (1) balok tanpa serat polipropilena sebagai spesimen kontrol, (2) balok dengan penambahan serat polipropilena sebesar 0,5%, (3) balok dengan tulangan lentur D13, dan (4) balok dengan tulangan lentur D13 serta serat polipropilena sebesar 0,5%. Seluruh spesimen diuji menggunakan metode pembebanan lentur hingga mencapai kondisi kegagalan. Parameter yang diamati meliputi beban maksimum, deformasi balok dan kapasitas momen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat polipropilena mampu meningkatkan kapasitas momen balok dibandingkan dengan balok tanpa serat. Kombinasi antara tulangan lentur D13 dan serat polipropilena juga menunjukkan kinerja struktural yang lebih baik dibandingkan spesimen lainnya. Penambahan serat polipropilena terbukti mampu meningkatkan kapasitas momen serta meningkatkan daktilitas balok beton mutu tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan serat polipropilena berpotensi menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kinerja lentur beton mutu tinggi pada elemen struktur balok.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/166Evaluasi Kesesuaian Izin Pemakaian Air Sebagai Materi Berdasarkan Analisis Debit Andalan Menggunakan Model NRECA pada Sungai Rokan2026-03-16T08:11:36+00:00Vinka Lyonavinka.lyona@lecturer.unri.ac.idRolan Sidabutarrandhi.saily7@gmail.comRandhi Sailyrandhi.saily@lecturer.unri.ac.idIntan Monica MGintan.monicamg@lecturer.unri.ac.idRizqy Ridho Prakasarizqyridhoprakasa@lecturer.unri.ac.id<p style="text-align: justify;">Sungai Rokan merupakan salah satu wilayah sungai strategis di Provinsi Riau yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan air domestik, pertanian, dan industri. Peningkatan pemanfaatan air sebagai materi menuntut sistem perizinan yang berbasis pada ketersediaan sumber daya air guna menjamin keberlanjutan hidrologis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pemberian izin pemakaian air sebagai materi terhadap neraca ketersediaan air Sungai Rokan periode 2012–2021. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan neraca air dengan metode NRECA untuk estimasi debit andalan (Q80, Q90, dan Q95), serta perbandingan terhadap total kebutuhan air dari sepuluh perusahaan pemegang izin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit ketersediaan Sungai Rokan pada musim kering mencapai ±74,665 m³/det, musim normal ±355 m³/det, dan musim basah ±978,008 m³/det. Total kebutuhan air industri sebesar ±1,7 m³/det masih berada jauh di bawah debit andalan musim kering. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara kuantitatif pemberian izin masih berada dalam kondisi surplus neraca air. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi evaluasi perizinan berbasis regulasi nasional dengan pendekatan kuantitatif neraca air jangka 10 tahun sebagai dasar objektif pengambilan keputusan izin pemanfaatan air sungai kewenangan pusat.</p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/164Analysis of Heavy Equipment Productivity in Normalization and Embankment Work in Sei Berapit Indragiri Hilir Regency 2026-03-30T08:30:15+00:00Doni Yudia Saputradonisikumbang65@gmail.comZainuri Zainurizainuri@unilak.ac.idFitridawati Soehardifitridawati@unilak.ac.id<p><em>The 30% delay in construction progress on the Normalization and Embankment Construction project in Sei Berapit, Indragiri Hilir Regency, where as of the last week of November 2025 only 70% of the work had been completed, indicates that heavy equipment productivity has not met the planned target. This study aims to analyze the productivity of amphibious excavators and determine the effective number of equipment alternatives to accelerate project completion. The method used is a quantitative method with a case study approach, with productivity analysis based on work cycle time data, equipment efficiency, and actual production capacity from field observations. The analysis results show that in Alternative I, namely the use of two amphibious excavators, daily production capacity increased significantly to around 980,627 m³/day, so that the remaining work volume of 5,760.416 m³ could theoretically be completed in around 6 working days. This increase in productivity not only has an impact on accelerating the duration of implementation but also provides better operational flexibility in anticipating field disruptions. Compared to other equipment addition alternatives, Alternative I is considered the most rational because it reduces unproductive time, minimizes the risk of delays due to equipment damage or other operational disruptions, and remains within an acceptable daily operational cost level of IDR. 27,363,200. This finding confirms that productivity control and determining the number of amphibious excavators play a crucial role in time and cost management. Therefore, heavy equipment productivity evaluation should be conducted from the project planning stage, especially for excavation work in flooded terrain, to ensure optimal achievement of implementation targets.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineeringhttps://jice.sttp-yds.ac.id/index.php/jice/article/view/165Studi Pemahaman Penyelenggara Jalan Kota Padang Terhadap Konsep Jalan Hijau2026-03-30T08:44:44+00:00Amalia Yunia Putriamaliayuniaputri@gmail.comBayu Martanto Adjibayu@eng.unand.ac.id<p><em>Pembangunan jalan kota Padang hingga kini masih terfokus pada aspek teknis, sementara aspek lingkungan kurang diperhatikan. Konsep jalan hijau hadir sebagai pendekatan untuk mendukung pembangunan transportasi berkelanjutan, namun pemahaman penyelenggara jalan Kota Padang terhadap konsep jalan hijau masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman penyelenggara jalan Kota Padang mengenai konsep jalan hijau. Metoda penelitian menggunakan pendekatan empiris dengan data primer berupa Kuesioner dan data sekunder berupa pedoman pemeringkatan jalan hijau. Analisis yang dilakukan menggunakan metoda Severity Index (SI) untuk mengukur pemahaman responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemahaman masih rendah pada beberapa indikator penting dalam konsep jalan hijau, meskipun nilai SI=0,44 yang tergolong pada kategori cukup paham. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pemahaman penyelenggara jalan Kota Padang perlu ditingkatkan untuk mendukung penerapan konsep jalan hijau di masa yang akan datang.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal of Infrastructure and Civil Engineering