Analisis Perencanaan Pondasi Bore Pile dan Tiang Pancang Beton Gedung Riau Town Square, Pekanbaru
Tinjauan Stabilitas dan Dampak Lingkungan
Keywords:
Pondasi bore pile, Tiang pancang beton pracetak, Daya dukung tanah, Kestabilan pondasi, Dampak lingkunganAbstract
Pembangunan gedung bertingkat memerlukan sistem pondasi yang direncanakan dengan baik untuk menjamin kestabilan struktur, terutama pada kondisi tanah bawah permukaan yang bervariasi. Penelitian ini mengkaji desain pondasi bore pile dan tiang pancang beton pracetak untuk pembangunan Gedung Riau Town Square di Pekanbaru, dengan fokus pada analisis kestabilan serta pertimbangan dampak lingkungan. Data tanah diperoleh melalui investigasi lapangan, termasuk uji Cone Penetration Test (CPT), logging bor, dan Standard Penetration Test (SPT).
Hasil analisis menunjukkan bahwa lapisan tanah padat, yang ditandai dengan nilai SPT (N) ? 30, ditemukan pada kedalaman sekitar 12 hingga 18 meter. Hasil CPT menunjukkan nilai tahanan konus (qc) melebihi 150 kg/cm² pada kedalaman yang sama. Berdasarkan perhitungan daya dukung tanah dan beban struktur yang direncanakan, pondasi bore pile dengan diameter 60 cm dan kedalaman 18 meter mampu memberikan daya dukung izin sekitar 400 kN per tiang. Sebagai alternatif, penggunaan tiang pancang beton pracetak berukuran 35x35 cm dengan kedalaman lebih dari 20 meter juga memungkinkan, dengan kapasitas izin berkisar antara 350 hingga 400 kN per tiang.
Dari sudut pandang lingkungan, pondasi bore pile lebih disukai karena menghasilkan getaran dan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan dengan tiang pancang. Oleh karena itu, bore pile dianggap sebagai solusi yang lebih stabil dan ramah lingkungan untuk lokasi pembangunan ini.





